• Imagen 1

Membuat Jaringan di 3 Kantor Cabang Sebuah Perusahaan

Kali ini saya akan membuat jaringan rip pada beberapa kantor cabang perusahaan. Bagi kalian yang belum mengetahui apa itu rip, berikut penjelasannya;

Protocol (RIP) adalah protokol routing dinamis yang digunakan pada jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network).
Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing.
Pertama kali didefinisikan di RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga membuat RIP Version 2 (RFC 2453).
Kedua versi tersebut masih digunakan sampai sekarang, walaupun secara teknis mereka dianggap sudah usang oleh teknik yang lebih canggih, seperti protokol Open Shortest Path First (OSPF) dan OSI IS-IS.
RIP juga telah disesuaikan untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP) generasi berikutnya, yang diterbitkan di RFC 2080.

Perusahaan XYZ memiliki 3 kantor Cabang. Pada kantor cabang 1 memiliki 14
komputer yang terhubung menggunakan kabel serta terdapat 5 Laptop yang
terhubung menggunakan media Wireless. Sedangkan pada kantor cabang 2, memiliki
20 komputer yang terhubung menggunakan kabel. Dan kantor cabang 3 memiliki 10
komputer.
Anda sebagai seorang Network Administrator diminta untuk melakukan konfigurasi
terhadap ketiga kantor cabang tersebut dengan ketentuan, sebagai berikut:
1. Melakukan konfiguarsi IP Address dengan menggunakan Subnetting pada
perangkat Komputer dan Laptop yang terhubung. Tidak dianjurkan
menggunakan /24,
2. Berikan IP Address dengan menggunakan subnetting /30 terhadap interface
yang terhubung secara langsung dari router ke router,
3. Terapkan konfigurasi Routing Dynamic,
4. Serta pastikan seluruh Client di Kantor Cabang 1, kantor cabang 2 dan kantor
cabang 3 dapat saling terkoneksi dengan baik


Device
Interface
IP Address
Subnet Mask
Default Gateway
R Cabang 1
Fa0/0
192.168.1.30
255.255.255.0
N/A
S0/0
10.10.10.1
255.255.255.224
N/A
S0/1
30.30.30.1
255.255.255.224
N/A
R Cabang 2
Fa0/0
192.168.2.30
255.255.255.0
N/A
S0/0
20.20.20.1
255.255.255.224
N/A
S0/1
10.10.10.2
255.255.255.224
N/A
R Cabang 3
Fa0/0
192.168.3.30
255.255.255.0
N/A
S0/0
30.30.30.2
255.255.255.224
N/A
S0/1
20.20.20.2
255.255.255.224
N/A
PC Cabang 1
NIC
192.168.1.1 – 192.168.1.19 DHCP
255.255.255.224
192.168.1.30
PC Cabang 2
NIC
192.168.2.2 - 192.168.2.21 DHCP
255.255.255.224
192.168.2.30
PC Cabang 3
NIC
192.168.3.2 - 192.168.3.11 DHCP
255.255.255.224
192.168.3.30

R Cabang1
Router> en
Router# configure terminal
Router(config)# hostname cabang1
cabang1 (config)# int fa0/0
cabang1 (config-if)# ip address 192.168.1.30 255.255.255.224
cabang1 (config-if)# no shutdown
cabang1(config-if)# exit
cabang1(config)# ip dhcp pool cabang1
cabang1(dhcp-config)# default-router 192.168.1.30
cabang1(dhcp-config)# network 192.168.1.0 255.255.255.224
cabang1(dhcp-config)# exit
cabang1(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.1.30
cabang1(config)# int se0/0
cabang1(config-if)# ip address 10.10.10.1 255.255.255.224
cabang1(config-if)# no shutdown
cabang1(config-if)# exit
cabang1(config)# int se0/1
cabang1(config-if)# ip address 30.30.30.1 255.255.255.224
cabang1(config-if)# no shutdown
cabang1(config-if)# exit
cabang1(config)# router rip
cabang1(config-router)# net 30.30.30.0
cabang1(config-router)# net 192.168.1.0
cabang1(config-router)# net 10.10.10.0
cabang1(config-router)# no auto-summary
cabang1(config-router)# exit
cabang1(config)#



R Cabang2
Router> en
Router# configure terminal
Router(config)# hostname cabang2
cabang2 (config)# int fa0/0
cabang2 (config-if)# ip address 192.168.2.30 255.255.255.224
cabang2 (config-if)# no shutdown
cabang2(config-if)# exit
cabang2(config)# ip dhcp pool cabang2
cabang2(dhcp-config)# default-router 192.168.2.30
cabang2(dhcp-config)# network 192.168.1.0 255.255.255.224
cabang2(dhcp-config)# exit
cabang2(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.2.30
cabang2(config)# int se0/0
cabang2(config-if)# ip address 20.20.20.1 255.255.255.224
cabang2(config-if)# no shutdown
cabang2(config-if)# exit
cabang2(config)# int se0/1
cabang2(config-if)# ip address 10.10.10.2 255.255.255.224
cabang2(config-if)# no shutdown
cabang2(config-if)# exit
cabang2(config)# router rip
cabang2(config-router)# net 30.30.30.0
cabang2(config-router)# net 192.168.2.0
cabang2(config-router)# net 10.10.10.0
cabang2(config-router)# no auto-summary
cabang2(config-router)# exit
cabang2(config)#



R Cabang3
Router> en
Router# configure terminal
Router(config)# hostname cabang3
cabang3 (config)# int fa0/0
cabang3 (config-if)# ip address 192.168.3.30 255.255.255.224
cabang3 (config-if)# no shutdown
cabang3(config-if)# exit
cabang3(config)# ip dhcp pool cabang3
cabang3(dhcp-config)# default-router 192.168.3.30
cabang3(dhcp-config)# network 192.168.3.0 255.255.255.224
cabang3(dhcp-config)# exit
cabang3(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.3.30
cabang3(config)# int se0/0
cabang3(config-if)# ip address 30.30.30.2 255.255.255.224
cabang3(config-if)# no shutdown
cabang3(config-if)# exit
cabang3(config)# int se0/1
cabang3(config-if)# ip address 20.20.20.2 255.255.255.224
cabang3(config-if)# no shutdown
cabang3(config-if)# exit
cabang3(config)# router rip
cabang3(config-router)# net 30.30.30.0
cabang3(config-router)# net 192.168.3.0
cabang3(config-router)# net 10.10.10.0
cabang3(config-router)# no auto-summary
cabang3(config-router)# exit
cabang3(config)#

Jika sudah, lakukan test ping antara pc yang berbeda cabang untuk membuktikan berhasil atau tidaknya

Cara Membuat Aplikasi Baru Di Eclipse Beserta Langkah-langkah Dasar Penggunaannya


     Berikut adalah cara membuat aplikasi baru pada software eclipse
      1.        Buka menu file, lalu pilih New > Project



      2.       Pilih Android Application Project di folder Android, kemudian next



       3.       Isi identitas aplikasi seperti nama aplikasi, nama project, nama paket lalu next



       4.       Pilih pengaturan SDK yang digunakan pada aplikasi nantinya. Kemudian next



       5.       Lalu klik next terus sampai finish


Berikut adalah langkah-langkah sederhana dalam membuat aplikasi di eclipse
       1.       Cara membuat tulisan pada layout aplikasi
·    Buka file res disebelah kiri, lalu buka folder layout, dan klik 2x pada activity_main.xml


·      Lalu ditab Palette pilih menu Form Widgets trus pilih Text View lalu drag ke layout, lalu klik 2x pada text baru untuk merubah tulisan, lalu pada bagian android:text="isi text" isikan tulisan yg ingin dibuat didalam tanda petik, jika sudah, kembali lagi ke menu graphical layout



  2.       Mengganti warna text
·         Klik 2x pada text yang ingin dirubah warnanya, lalu copy android:color=”#fff000” kedalam kodingan, rubah kode warna yg ada didalam tanda kutip sesuai kode warna yang diinginkan





        3.       Mengubah ukuran text
·         Klik 2x pada text, copy android:textSize="50sp" kedalam kodingan, rubah isi yang didalam tanda kutip sesuai ukuran yang diinginkan


        4.       Menebalkan tulisan
·         Cari di tab properties Text Style lalu pilih titik3 dikanannya lalu pilih yang Bold




        5.       Merubah Font
·         Klik 2x pada text, lalu copy android:fontFamily="serif" kedalam kodingan, rubah tulisan didalam tanda kutip sesuai nama font yang diinginkan



        6.       Memasukkan gambar pada layout
·         Buka folder drawable yang mana aja ditab Package Explorer lalu drag gambar yang diinginkan kedalam salah satu folder drawable
·         Lalu ditab Palette pilih menu Images & Media, lalu drag pilihan Image View kedalam layout, lalu pilih nama file gambar yang kita masukkan tadi



        7.       Menambahkan Button
·         Di tab Palette pilih menu Form Widgets lalu drag pilihan Button kedalam layout


Jenis-jenis Keamanan Jaringan

1 WEP (Wired Equivalent Privacy)
WEP adalah suatu metode pengamanan jaringan nirkabel, disebut juga dengan Shared Key Authentication. Shared Key Authenticationadalah metode otentikasi yang membutuhkan penggunaan WEP. Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk autentikasi menuju access point.

2 WPA (Wi-Fi Protected Access)

WPA adalah suatu sistem yang juga dapat diterapkan untuk mengamankan jaringan nirkabel. Metoda pengamanan dengan WPA ini diciptakan untuk melengkapi dari sistem yamg sebelumnya, yaitu WEP. Para peneliti menemukan banyak celah dan kelemahan pada infrastruktur nirkabel yang menggunakan metoda pengamanan WEP. Sebagai pengganti dari sistem WEP, WPA mengimplementasikan layer dari IEEE, yaitu layer 802.11i. Nantinya WPA akan lebih banyak digunakan pada implementasi keamanan jaringan nirkabel. WPA didesain dan digunakan dengan alat tambahan lainnya, yaitu sebuah komputer pribadi (PC).

3 WPA2

WPA2 adalah sertifikasi produk yang tersedia melalui Wi-Fi Alliance. WPA2 Sertifikasi hanya menyatakan bahwa peralatan nirkabel yang kompatibel dengan standar IEEE 802.11i. WPA2 sertifikasi produk yang secara resmi menggantikan wired equivalent privacy (WEP) dan fitur keamanan lain yang asli standar IEEE 802.11. WPA2 tujuan dari sertifikasi adalah untuk mendukung wajib tambahan fitur keamanan standar IEEE 802.11i yang tidak sudah termasuk untuk produk-produk yang mendukung WPA.

4 Hotspot Login

Wifi adalah sinyal yang bisa menghubungkan antara satu perangkat (komputer) dengan perangkat (komputer) yang lain. Biasanya sinyal wifi digunakan untuk memancarkan koneksi internet. Sedangkan hotspot adalah area dimana kita bisa memperoleh sinyal wifi.
Ada wifi yang bersifat gratis, ada juga wifi yang berbayar. Saat ini rata-rata wifi sudah dilindungi oleh password. Jadi siapapun yang akan mengakses wifi harus mengetahui passwordnya. Asal tahu passwordnya kita bisa menggunakan wifi tersebut. Ketika password sudah bocor, maka siapapun bisa mengaksesnya.
Untuk mengatasi kebocoran tersebut biasanya digunakan fasilitas login menggunakan router mikrotik. Dengan mikrotik, wifi tidak perlu diberi password, namun saat user akan membuka halaman yang diinginkan, akan dibawa terlebih dahulu pada halaman login hotspot. User yang memiliki akun pada hotspot akan bisa mengakses internet, begitu juga sebaliknya. Pada hotspot mikrotik, satu user name dan password secara default hanya bisa digunakan oleh satu orang. Durasi akses dan kecepatan aksespun bisa diatur secara otomatis. Sehingga sangat jarang orang yang punya akun hotspot akan membocorkannya pada orang lain. Sebab begitu dipakai orang lain dirinya sendiri tidak akan bisa mengakses internet tersebut.

5 Keamanan MAC Address Filtering

Mac address pasti dimiliki oleh setiap Network adapter baik adapter via kabel maupun tanpa kabel. Ketika wireless klien terhubung dengan access point, maka mac address akan terdaftar secara otomatis pada Access point tersebut.
Pada access point inilah sang admin bisa memblok mac address yang bukan merupakan anggota pada jaringannya. Memblokir Mac Address juga merupakan bagian dari pengoptimalan dari sistem keamanan jaringan.

Pengertian dan Macam-macam Topologi Jaringan Komputer

Jaringan komputer berfungsi untuk menghubungkan 2 komputer atau lebih. Dalam implementasinya ada beberapa topologi jaringan yang digunakan.
Topologi jaringan sendiri adalah suatu cara / konsep yang digunakan untuk menghubungkan dua komputer atau lebih, berdasarkan  hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, danstation. 

Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna. Topologi pertama kali yang digunakan adalah topologi bus. setiap topoologi memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Berikut Macam-macam Topologi Jaringan Komputer
1. Topologi BUS
Topologi ini adalah topologi yang pertama kali digunakan untuk menghubungkan komputer. dalam topologi ini masing-masing komputer aka terhububng ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.
Karakteristik Topologi BUS:
  • Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
  • Sangat sederhana dalam instalasi.
  • Sangat ekonomis dalam biaya.
  • Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.
  • Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukanadalah Tconnector pada setiap ethernet card.
  • Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Kelebihan Topologi BUS

  • Tidak memerlukan sumber daya kabel yang banyak 
  • Biayanya juga lebih murah dibanding dengan topologi lainnya
  • tidak terlalu rumit jika kita ingin menambah jangkauan jaringan
  • Sangat sederhana

Kekurangan Topologi BUS
  • Tidak cocok untuk Trafic(lalu lintas) jaringan yang padat.
  • Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
  • Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
  • Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.
2. Topologi STAR
Seperti namanya susunan pada topologi STAR sama seperti lambang bintang yang biasa kita buat. topologi ini memiliki node inti/tengah yang disambungkan ke node lainnya.
Karakteristik Topologi Star :
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).
  • Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
  • Sangat mudah dikembangka.
  • Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.
Kelebihan Topologi Star :
  • Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang berlangsung.
  • Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
  • Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.
Kekurangan Topologi Star :
  • Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub.Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
  • Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang la
  • Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
  • Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.

3. Topologi RING
Topologi ring digunakan dalam jaringan yang memiliki performance tinggi, jaringan yang membutuhkan bandwidth untuk fitur yang time-sensitive seperti video dan audio, atau ketika performance dibutuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.
Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.
Karakteristik Topologi Ring :
  • Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
  • Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
  • Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.
  • Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).
Kelebihan Topologi Ring :
  • Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
  • Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.
  • Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.
  • Waktu untuk mengakses data lebih optimal.
Kekurangan Topologi Ring :
  • Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
  • Mendambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.
  • Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.

4. Topologi MESH
Topologi mesh adalah topologi gabungan dari  topologi Ring dan Star yang sudah saya jelaskan diatas.  Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Karakteristik Topologi Mesh :
  • Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan yang ada.
  • Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
  • Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.
Kelebihan Topologi Mesh :
  • Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
  • Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
  • Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.
Kekurangan Topologi Mesh :
  • Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
  • Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.
5. Topologi Tree
Topologi jaringan komputer Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang dihubungan dengan topologi bus, jadi setiap topologi star akan terhubung ke topologi star lainnya menggunakan topologi bus, biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.
 

Kelebihan topologi tree adalah mudah menemukan suatu kesalahan dan juga mudah melakukan perubahan jaringan jika diperlukan.
Kekurangan nya yaitu menggunakan banyak kabel, sering terjadi tabrakan dan lambat, jika terjadi kesalahan pada jaringan tingkat tinggi, maka jaringan tingkat rendah akan terganggu juga
6. Topologi Extended Star
merupakan perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star yaitu
 
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, Sedangkan sub node berkomunikasi dengan node pusat. traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi. lalu lintas data mengalir dari node ke sub node pusat lalu diteruskan ke node dan kembali lagi. 
  •  Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung. 
Keunggulan:
  • Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus
Kelemahan:
  • Tidak dapat Digunakan kabel yang “kelas rendah” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme